Jangan Menyerah
Beberapa minggu ini terasa begitu berat bagi saya. Ada banyak hal yang harus saya selesaikan. Mulai dari project yang harus dikerjakan dan sudah masuk tenggat waktu, maintenance di tempat client , penawaran, sampai dengan demo produk. Dan semua itu harus saya seimbangkan dengan kegiatan skripsi saya.
Untuk masalah project, sebenarnya saya dibantu oleh teman saya, tapi untuk beberapa hal seperti jaminan kualitas saya tetap memegang peranan. Karena saya harus memastikan bahwa product yang di delivery ke pelanggan kami harus sesuai dengan standard yang telah ditetapkan. Yah mudah-mudahan saya bisa membagi load secara merata dan tepat agar tidak terjadi lagi ketimpangan seperti yang saya rasakan saat ini.Yang paling menyedihkan sih untuk masalah bayaran. Dimana untuk biaya operasional saya memotong langsung dari nilai project. Sehingga untuk project yang dibayar diakhir pengerjaan, untuk biaya operasional saya memotong dari pengeluaran saya sendiri. Dan sedihnya ada project yang belum dibayar, sehingga agag tidak seimbang nih cashflow bulan ini.
Sedangkan untuk masalah skripsi, untuk 3 minggu ini saya banyak berkutat dengan data-data dari perusahaan. Dimana melalui data tersebut saya harus mampu mengolahnya menjadi laporan analisis eksternal perusahaan dan analisis internal perusahaan. Dimana hasil akhir/ output dari analisis tersebut dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi manajemen didalam formulasi strategi bisnis perusahaan. Alhamdulillah untuk masalah ini sudah beres, tinggal menunggu respon dari perusahaan.
Dari beberapa masalah saya diatas, ada beberapa masalah yang mungkin sangat personal banget saya rasakan. Dan memang sih saya merasa beberapa bulan ini kontrol saya terhadap ibadah agak longgar. Malah mungkin bisa dibilang ada di titik terendah. Sehingga beberapa bulan ke belakang saya merasa bener-bener gak nikmat ngejalanin ibadah. Akhirnya ketika saya berada di titik terendah, saya coba kembali pada 4JJI dengan melalui perantara buku-buku yang sudah saya punya. Alhamdulillah 4JJI menegur saya dengan lembut. Dan memang sih … melalui pemahaman agama .. cara kita memahami permasalahan akan jauh berbeda. Emosi, dijadikan variable ke berapa ratus … bukan lagi nomor satu.
Temen saya kemaren bilang sama saya … “Yan … kalo gw lihat semua permasalahan yang datang ke lu … tahu gag kenapa ?. 4JJI sedang mempersiapkan bidadari buat lu Yan!, yang penting lu sabar ngejalanin ini semua … gw tahu ini sakit. Tapi yah 4JJI minta lu untuk sabar … 4JJI akan menguji lu jika lu mencintai dan mengharap sesuatu. Lu tahu sendiri kan … sebelum lu naik kelas … ada ujiannya dulu. Anggap aja sakit lu, perih lu, semua yang lu rasain sekarang … adalah hadiah dari 4JJI. Dia sedang menghapus dosa-dosa lu. Dan Dia sedang mempersiapkan bidadari buat lu. Sabar yah yan!”
Hiks … menangis saya denger kata-kata dia. Kata-katanya bener-bener bikin hati sejuk. Jujur sangat membantu saya. Alhamdulillah ya 4JJI …



Hmmmm… “bidadari”???
Ah, jangan gitu donk…
Saya kan jd malu… :”> ;P
*emang lg ngomongin siapa, sih?*
Btw…
Selamat menempuh “ujian2″nya ya, Mas Dian! Aku jg bentar lg mau UTS. (Lha?? Hubungannya???) Moga2 semakin kembali ke jalan Allah!
Tetaplah terus berada di sisi-Nya dlm keadaan APAPUN!!! (bukan hanya saat sdg menderita aja… ;P)
Tuh… ternyata anak kecil bisa tua jg, kan kalo kepepet? ;D