Membuka Cakrawala & Membangun Visi
Hari rabu lalu (7 maret 2007) saya dikejutkan oleh telpon dari Kampus saya (Ibu Neni ) yang mengabarkan bahwa saya ditawari untuk ikut Roadshow pengenalan kampus ke beberapa daerah di priangan timur ( Ciamis & Tasik ). Pada awalnya saya agak bingung dengan ajakan ini , karena posisi yang gak jelas di perusahaan (lihat kedalam post sebelumnya.red). Akhirnya setelah mempertimbangkan berbagai hal, malam itu juga saya konfirmasi kesediaan saya mengikuti acara Roadshow tersebut.
Secara fungsi organisasi, acara roadshow ini adalah acara pemasaran sistem jemput bola. Dimana konsumennya adalah calon-calon mahasiswa di daerah. Tujuannya adalah mengajak mereka untuk ikut bergabung di kampus saya. Tapi bagi saya sendiri acara ini mempunyai makna yang lebih. Yaitu berbagi pengalaman dan mencoba kemampuan saya untuk berbicara di depan umum ( dimana selama ini belum pernah di test dan di debugg ). Selain itu , saya lebih menganggap perjalanan ini adalah liburan bagi saya. (udah libur , dibayarin pulak …
).
Sasaran kami disana adalah beberapa sekolah di Tasikmalaya dan Ciamis. Ada sekolah-sekolah yang memang favorit dan ada juga sekolah-sekolah yang … seadanya …. Disini tugas saya adalah menceritakan pengalaman saya selama sekolah di kampus saya dan manfaat yang saya dapat. Walaupun saya merasa belum pantas untuk melakukan ini. tetapi disini saya mendapati bahwa ternyata di daerah ini, minat untuk melanjutkan ke perguruan tinggi sangatlah besar dan antusias tetapi mereka terkendala oleh akses informasi yang sangat-sangat dan sangat terbatas. Dan hal ini diperparah oleh penyebaran informasi yang menyesatkan dari beberapa perguruan tinggi yang hanya bertujuan mencari profit dengan menawarkan program yang tidak jelas dan harga yang murah. Hasil dari kondisi seperti inilah yang pada akhirnya menggiring mereka untuk berpikir bahwa kuliah itu tidak menjamin masa depan mereka, karena mereka mendapati bahwa ternyata output dari perguruan tinggi (yang melakukan pemasaran) di daerah mereka ternyata tidak sebagus apa yang dijanjikan.
Saya heran … kenapa kondisi ini bisa terjadi … dan disini saya menyalahkan perguruan2 tinggi gag jelas yang berasal dari negeri antah berantah tersebut yang hanya bertujuan mencari profit semata. Disini saya tergerak untuk berusaha membuka pikiran teman-teman disana dan membangun visi mereka untuk maju.
Di Ciamis dan Tasik saya berusaha membangun visi mereka dengan menanamkan beberapa hal
- Kesuksesan tidak diukur dengan prestasi
- Kesuksesan tidak juga diukur dengan posisi kita di perusahaan. Orang yang sukses adalah orang yang berhasil menciptakan lapangan pekerjaan sendiri , bukan orang yang hanya hidup dari gaji orang lain
- Kesempatan untuk berkarir di industri ICT sangat-sangat terbuka lebar, dan persaingan yang ada menuntut kompetensi yang tinggi dibanding prestasi akademis
- Nilai-nilai entrepreneurship didalam mengelola aset daerah ( sumber daya alam dan sumber daya manusia )
- Kombinasi antara teknologi ICT didalam membangun sektor bisnis di daerah Ciamis dan Tasikmalaya dimana sumberdaya alam dan manusia yang ada sangat berlimpah
Paparan diatas saya kombinasikan dengan apa yang saya jalani selama ini. Selain itu , kendala terbesar bagi mereka adalah BIAYA KULIAH , bagi mereka biaya kuliah di kota-kota besar sangatlah tinggi dan mahal (padahal rata-rata mereka mempunyai tanah pertanian yg luas ), selain itu gaya hidup di kota besar yang sangat bebas. Untuk masalah ini , saya menjelaskan bahwa saya berasal dari keluarga yang kurang mampu dan dengan segala keterbatasan. Akan tetapi, keterbatasan yang ada bagi saya bukan satu halangan tapi sebagai cambuk bagi saya untuk bisa berbuat lebih.
Alhamdulillah , mereka tampak begitu antusias mendengar setiap detil cerita saya, tapi justru bagi saya selain merasakan syukur (karena orang mau dengerin omongan saya ) saya disini merasa sedih karena ternyata selama ini pemikiran mereka banyak disesatkan oleh sistem pendidikan tinggi di negara kita. (ck ck ck !!! ). Di beberapa kesempatan mereka meminta nomor HP dan alamat e-mail saya …
Bagi saya yang lebih membuat sedih adalah pihak sekolah mereka ternyata tidak mampu membangun visi dan membuka cakrawala mereka … karena pihak sekolah sendiri terkendala oleh keterbatasan akses informasi dan pada intinya pihak sekolah TIDAK TAHU DAN TIDAK AWARE TERHADAP PERKEMBANGAN… dan inipun dialami oleh adik saya yang saat ini sedang memilih perguruan tinggi. Kalo begini terus … kapan INDONESIA bisa maju … ?



indonesia akan maju; kontribusi yg sebrapa pun kecilnya, bukan keluhan, akan membantu indonesia lebih cepat maju lagi. salam.