Matinya Warnet di Bandung dan Ekspansi MELSA
Hmm serrem nih. WARNET MATI … sebenernya nggak sih, soalnya warnet itu sektor usaha yang selalu ada peminat dan orang yang butuh jasanya. Seenggaknya selama internet masih mahal di Indonesia. Warnet masih merupakan primadona orang sebagai tempat untuk melakukan akses ke dunia internet. Yah, logis … karena warnet adalah sektor usaha yang sensitif terhadap harga.
Selama ini akses internet untuk warnet dipatok mulai dari harga Rp.2 Juta. Dengan berbagai macam tipe koneksi. Wireline, Wireless etc. Dan dengan berbagai tingkat kualitas dan layanan. Selain itu, elemen biaya untuk warnet adalah listrik, tempat, gaji pegawai, investasi hardware … dll. Sehingga untuk membuat satu buah warnet dengan jumlah workstation tertentu perlu perencanaan yang strategis. Agar tidak salah langkah didalam menentukan harga. Tidak terlalu murah dan tidak terlalu mahal.
Salah satu poin yang berpengaruh didalam bisnis warnet adalah penyedia koneksi atau sering disebut sebagai internet provider. Di bandung, tercatat ada beberapa provider yang aktif memberikan jasanya dengan berbagai tipe dan jenis layanan. Sehingga user bisa memilih provider sesuai dengan tingkat layanan dan tingkat harga yang mereka tawarkan.
Melsa Internet tercatat sebagai salah satu provider internet di Bandung yang aktif memberikan layanan dan jasa internet. Mulai dari layanan basic sampai dengan value added services. Berdasarkan analisa dan pengalaman saya selama ini di Bandung, Melsa tidak terlalu banyak dikenal oleh warga Bandung sendiri, mungkin karena marketing mereka yang tidak terlalu gencar seperti provider lain (Centrin, CBN, Telkom dll). Akan tetapi, selama kurang lebih 2(dua) tahun terakhir, Melsa terlihat sangat ekspansif di Bandung dengan memberikan berbagai macam layanan dan jasa kepada pelanggan internet di Bandung.
Salah satu jasa yang sekarang banyak dinikmati warga bandung adalah FREE HOTSPOT. Dimana Melsa memberikan layanan Free Internet Access dengan menggunakan WiFi secara gratis di lingkup area tertentu. Seperti Mall, Hotel, Kafe dll. Sistem yang digunakan oleh Melsa adalah sistem partnership dengan pengelola tempat. Partnership yang dilakukan adalah sistem tukar jasa marketing dengan tingkat layanan dan harga yang sangat bersaing.
Pada awalnya mungkin orang terheran-heran dengan strategi yang diterapkan oleh Melsa tersebut. Mungkin karena mereka melihat koneksi sebagai salah satu elemen biaya operasional. Tetapi dari awal saya justru melihat internet sebagai elemen biaya untuk marketing Melsa. Dan memang terbukti, jumlah pelanggan Melsa justru membengkak setelah Melsa menggelar banyak tempat hotspot di Bandung. Dan dengan langkah ini, Melsa semakin mengukuhkan langkahnya sebagai Regional Leader untuk internet Service Provider di Bandung.
Model bisnis yang ditawarkan oleh Melsa, semakin banyak diminati oleh para pengelola kafe dan pengelola tempat publik. Terbukti, FREE INTERNET sebagai salah satu daya tarik bagi orang agar mau datang ke tempat tersebut. Hal ini ditambah dengan semakin murahnya CPE yang sudah embedded dengan Laptop atau handheld. Coba lihat saja … Laptop seperti kacang goreng … dimana-mana laku, dan siapa saja punya Laptop. Mulai dari mahasiswa, eksekutif, pelajar … bahkan sampai para pedagang pun mulai akrab dengan jenis barang ini. (Fenomena yang sama dengan fenomena telepon genggam dulu … )
Bagaimana dengan warnet … apakah masih feasible model bisnisnya ? apakah orang masih tertarik untuk terjun membuka bisnis warnet … di tengah gempuran Free Internet dari Melsa … dan di tengah murahnya harga CPE yang embedded dengan Laptop/Handheld ?
Perlu perhitungan strategi yang cermat untuk menyiasatinya.



Huh.. Makin HARI makin LAMBATTTT!!!!!
KESEL gua mah,..!! Ngasih gratis kemana2 tapi koneksi jd lambat bgt!! buka mail siang2 sampe 1 jam baru kebuka,,,
Gimana sih?? harusnya sebagai ISP yg pertama di bdg bisa ngejaga Kualitas dan Image-nya donk… percuma promo gede2an tapi koneksi ga di tambah/di perbaiki,,,
sudah cape saya komplen ke Technical Supportnya,, jawabannya pasti “suruh coba rubah2 setting proxy!” ga ada ngaruhnya maasss…!! sama aja lambatttt!!!
huhh!! pgn cepet2 pindah ke provider lain!