Mari Menulis dengan Baik dan Benar
Ternyata saya baru menyadari kebiasaan saya menulis tag html selama ini banyak sekali kekurangannya. Hal ini sebenarnya sudah saya sadari sejak tahun 2005 lalu , waktu itu saya dan rekan saya (wibi) banyak berdiskusi soal SERP (Search Engine Result Page), dimana salah satu faktor yang mempengaruhi rank dari sebuah web adalah teknik penulisan tag html yang efisien. Yah, seenggaknya rapih lah, soalnya kalo kita nyari efisien, mungkin akan sulit. Tapi waktu itu, pembicaraan mengenai teknik penulisan agak saya tinggalkan seiring dengan banyaknya fokus yang harus dihadapi saat itu. Terlebih ketika saya ngobrol dengan doddi … jawaban dia agak berbeda dengan apa yang saya dan wibi obrolkan. Hmm, saat itu saya agak bingun untuk memutuskan mana yang harus saya ikuti. Wibi dengan segala idealismenya … atau doddi dengan segala ’shortcut’-nya.
Tetapi seiring waktu berlalu, kebutuhan akan teknik penulisan html yang baik dan benar semakin menuntut. Salah satu teknik optimisasi webpage adalah dengan teknik penulisan tag html yang efektif dan efisien. Salah satu kebiasaan buruk yang harus dihilangkan oleh para developer / designer web adalah penggunaan tabel untuk mengatur tata letak antar muka satu halaman website. Selain itu, pengaturan format tampilan diatur secara eksplisit, langsung pada objek yang bersangkutan. Pekerjaan yang memang mudah, justru tidak efisien.
Efisiensi yang dibutuhkan didalam pembangunan satu website salah satunya adalah waktu. Seringkali saya harus bekerja didalam jadwal yang sangat sempit. Dan teknik penulisan yang saya lakukan sama sekali tidak membantu saya didalam menyelesaikan pekerjaan. Oleh karena itu, orang banyak memakai teknik pengaturan tata letak antar muka halaman dengan menggunakan CSS. Awalnya saya pikir rumit, dan buang2 waktu saja dengan menulis CSS. Tetapi ternyata setelah saya coba praktekkan … ternyata bisa menghemat waktu kerja saya.
Dengan menggunakan CSS, kita cukup mengatur halaman sebuah website dengan menggunakan satu file saja. Dimana didalam file tersebut didefinisikan pengaturan tata letak, ukuran huruf, warna dsb. Sementara bagian isi dari halaman sebuah website ditinggalkan tanpa format pengaturan. Sehingga ketika kita berniat untuk mengganti tampilan, kita tidak usah merombak total halaman, cukup mengganti file css-nya saja. Mudah dan efisien (SEKALI!). Dan ternyata semakin kesini, saya semakin menyadari semakin bodohnya saya(DOPE!!).


